Permainan Rounders
Permainan rounders adalah salah satu permainan yang
menggunakan bola kecil. Permainan ini sangat membutuhkan kerja sama dan
kekompakkan para pemain. Aturan-aturan yang ada dalam permainan ini, hampir
sama dengan permainan kasti atau permainan kipers.
1. Teknik bermain Rounders
Ada tiga teknik bermain rounders, yaitu : melempar,
menangkap, dan memukul bola.
A. Teknik melempar bola.
Dalam bermain rounders, pemain harus dapat menguasai
teknik melempar bola dengan baik.
1) Melempar bola melambung.
Gerakannya
- Berdiri
santai, satu tangan memegang bola,
- Posisi
badan seorang ke arah sasaran lemparan,
- Mata
memandang ke arah sasaran lemparan,
- Langkahkan
satu kaki ke depan,
- Lempar
bola dengan cara mengayunkan tangan dengan kuat ke depan melewati samping
kepala,
- Lemparkan
bola hingga melambung.
2) Melempar bola mendatar setinggi dada.
Gerakannya
- Berdiri
santai, satu tangan memegang bola,
- Posisi
badan seorang ke arah sasaran lemparan,
- Mata
memandang ke arah sasaran lemparan,
- Langkahkan
satu kaki ke depan,
- Lempar
bola dengan cara mengayunkan tangan dengan kuat ke depan melewati samping
kepala,
- Lemparkan
bola mendatar setinggi dada.
B. Teknik menangkap bola.
Menangkap bola dapat dilakukan dengan kedua tangan
atau satu tangan.
Teknik menangkap bola disesuaikan dengan arah
datangnya bola, seperti melambung, mendatar, atau menyusur tanah.
1). Menangkap bola melambung.
Gerakannya
- Badan
berdiri tegak, langkahkan satu kaki ke depan,
- Letakkan
kedua telapak tangan saling berhadapan, dengan kedua lengan lurus ke atas,
- Lihat
arah datangnya bola,
- Berlarilah
sesuai dengan gerakan bola,
- Tangkap
bola.
2). Menangkap bola mendatar setinggi dada.
Gerakannya
- Badan
berdiri tegak, langkahkan satu kaki ke depan,
- Letakkan
kedua telapak tangan di depan dada saling berhadapan,
- Lihat
arah datangnya bola,
- Ketika
menangkap bola, kedua tangan ditarik ke arah dada.
3). Menangkap bola menyusur tanah.
Gerakannya
- Langkahkan
kaki kiri ke depan,
- Lutut
kaki kiri ditekuk, lutut kaki kanan menempel di tanah,
- Kedua
telapak tangan saling berhadapan dan berada di depan lutut kaki kanan,
- Lihat
arah datangnya bola.
- Ketika
bola datang, tangkap bola tersebut.
C. Teknik memukul bola.
Dalam permainan rounders, pemain harus dapat memukul
bola.
Teknik memukul bola ada dua cara, yaitu teknik pukulan
melambung dan teknik pukulan mendatar.
1). Pukulan melambung.
Gerakannya
- Posisi
kedua kaki terbuka,
- Salah
satu tangan memegang kayu pemukul dan tangan yang lain meminta bola
melambung,
- Kemudian
pegang kayu pemukul dengan kedua tangan,
- Badan
menghadap ke arah datangnya bola, tangan yang memegang tongkat berada di
arah yang berlawanan dengan posisi badan,
- Ketika
bolanya datang pukul bola sekuat-kuatnya,
- Hasil
pukulan diharapkan dapat melambung juga.
2). Pukulan mendatar.
Gerakannya
- Posisi kedua
kaki terbuka,
- Salah
satu tangan memegang kayu pemukul,
- Tangan
yang lain meminta bola mendatar,
- Kemudian,
pegang kayu pemukul dengan kedua tangan,
- Posisi
badan menghadap ke arah datangnya bola, tangan yang memegang tongkat
berada di arah yang berlawanan dengan posisi badan,
- Ketika
bola datang pukul bola sekuat-kuatnya,
- Ayunan
kayu pemukul secara mendatar agar setelah dipukul bola bergerak mendatar
juga.
Bermain Rounders
A. Bentuk lapangan
Lapangan rounders berbentuk segi lima.
1. Panjang sisi lapangan 15 m.
2. Base atau tiang hinggap
Base terdiri
atas lima base dengan ukuran 40 cm x 40 cm. Tempat pelambung atau pitcher plate
berukuran 40 cm x 80 cm.
3. Kayu pemukul
Kayu pemukul
berukuran panjang maksimal 1 meter, garis tengah kayu pemukul 7 cm.
B. Aturan permainan
1. Pemain
Satu regu
terdiri dari 12 pemain, setiap pemain harus memakai nomor dada. Pemain rounders
dipimpin oleh seorang kapten regu.
2. Regu penjaga
Tugas regu
penjaga selama permainan rounders adalah :
- Menghalangi
pemain regu pemukul yang berlari ke base atau ke tiang hinggap,
- Melambungkan
bola untuk regu pemukul,
- Menghalangi
pemain regu pemukul masuk ke home base.
3. Pelambung atau pitcher
Tugas
pelambung atau pitcher yaitu, melemparkan bola ke pemain yang akan memukul bola
(batter). Pitcher terdiri atas pitcher plate dengan salah satu kaki.
4. Nilai
- Pemain
akan mendapat nilai 1 apabila berhasil melalui satu base meskipun tidak
berhasil memukul bola dengan baik,
- Pemain
akan mendapat nilai 1 apabila masuk ke ruang bebas atau base ke lima tanpa
membuat kesalahan atau dimatikan lawan.
- Pemain
mendapat nilai 6 apabila dapat memukul bola dengan baik dan berlari dari
base pertama hingga kembali ke ruang bebas tanpa berhenti,
- Regu jaga
mendapat nilai 1 apabila berhasil menangkap bola.
5. Pergantian tempat
Pemain dapat
berganti tempat atau mengganti anggota regu dengan pemain baru, apabila
- Regu
pemukul telah enam kali melakukan kesalahan,
- Regu
pemukul tersentuh oleh regu penjaga,
- Regu
penjaga berhasil menangkap bola sebanyak lima kali hasil pukulan regu
pemukul,
- Kayu
pemukul keluar dari garis pemukul dan membahayakan pemain regu penjaga.
6. Lamanya permainan.
Lama permainan
tiga Inning.
Inning adalah satu kali menjadi regu pemukul dan satu
kali menjadi regu penjaga.
7. Base
- Tiap base
hanya boleh ditempati satu pemain, apabila ada dua pemain maka pelari yang
terdepan mendapat hukuman satu kali mati,
- Pelari
yang di belakang tidak boleh mendahului pelari yang di depannya.
Permainan
kasti
1. Bola
a. Dibuat dari karet atau kulit yang di dalamnya diisi sabut kelapa atau injuk
b. ukuran keliling bola 19-21 cm,
c. berat 30-70 gr atau 70-80 gr,dan
d. diameternya 20 cm.
2. Pemukul
a. Pemukul kasti terbuat dari kayu yang berbentuk stik pemukul.
b. panjang kurang lebih 50- 60 cm.
c. penampangnya berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran lebar 5 cm dan tebal
3,5 cm,
d. serta panjang pegangan 15-20 cm.
D. Cara permainan
Pemain pemukul berada di dalam garis atau tempat bebas, cara bermain antara lain:
a. Bola dilempar oleh salah seorang tim penjaga
b. bola tersebut dipukul oleh tim yang sedang memukul
c. Pemukul sesudah memukul harus cepat berlari ke daerah tiang pertolongan atau
tiang hinggap.
E. Aturan Pertandingan atau Permainan
Sebelum bermain kasti, ada beberapa
1. Gambar Lapangan Kasti
2. Pemain
Kasti dimainkan oleh 2 regu tiap regu berjumlah 15 orang, 3 sebagai cadangan
atau pengganti dan 12 sebagai pemain inti. Regu yang main disebut partai
pemukul regu yang jaga disebut partai lapangan
3. Tiang Pertolongan
Tiang pertolongan terbuat dari bahan yang tidak mudah patah, seperti besi,
kayu, piber atau bambutiang pertolongan ditancapkan di tengah lingkaran dengan
jari-jari 1 meter dan tinggi tiang pertolongan dari tanah ialah 1,5 meter,
jarak tiang pertolongan dengan garis pemukul adalah 5 meter dan jarak dari
garis samping 5 meter.
4. Tiang Hinggap atau Tiang Bebas
Tiang hinggap dalam permainan kasti ada dua buah, yang ditancapkan dalam tanah
lingkaran berjari-jari 1 meter. Kedua tiang tersebut di tancapkan dengan jarak
5 meter dari garis belakang dan 10 meter dari garis samping kanan dan kiri.
Pemain yang sidah berada di tiang hinggap aman dari incaran pemain penjaga yang
memegang bola selagi pemain pemukul tidak berpinddah ke tiang hinggap yang lainnya.
5. Nomor Dada
Dalam permainan kasti setiap pemain harus memakai nomor dada yang terbuat dari
kain, terpasamg didepan dada dan punggung. Nomor dada terdiri atas nomor 1-15,
nomor urut 1-12 untuk pemain inti dan untuk nomor 13-15 untuk pemain cadangan.
6. Lama Permainan
Lamanya permainan di tentukan dengan dua macam cara yaitu,
a. Pertama ditentukan dengan waktu
Jika di tentukan dengan waktu maka lama permainan adalah 2 x 20 menit dengan
istirahat 5 menit atau 2 x 30 menit dengan istirahat 10 menit.
b. Kedua dilakukan dengan inning.
Inning ialah jumlah pergantian regu pemukul menjadi regu penjaga atau
sebaliknya. Jika ditentukan dengan cara inning, jumlah inning dapat ditentukan
berdasarkan kesepakatan kedua regu atau panitia .
7. Pukulan Benar
Pukulan dinyatakan benar apabila:
a. Bola setelah dipukul lewat garis pemukul dan jatuh atau mengenai benda yang
berada didalam lapangan permainan
b. Bola setelah di pukul melewati garis pemukul dan jatuh atau mengenai benda
di luar lapangan setelah melewati bendera atau pembatas setengah lapangan
permainan.
8. Pukulan Luput atau Luncas
Pukulan dinyatakan luncas (luput) apabila dalam usaha memukul kayu pemukul
tidak mengenai bola yang dilambungkan oleh pelambung.
9. Pukulan Salah
Pukulan salah apabila bola setelah di pukul tapi masih berada di areal pukul
atau jatuh diareal pukul. Serta bola keluar lapangan sebelum melewati garis
tengah.
10. Hak Memukul
Hak bagi pemukul antara lain sebagai berikut:
a. setiap pemain dari regu pemukul memiliki hak memukul satu kali pukulan dalam
satu kesempatan.
b. Pembebas (velouser) memiliki hak memukul sebanyak tiga kali, seorang pemukul
dinyatakan sebagai pembebas apabila ia satu-satunya pemain yang ada di ruang
bebas.
11. Lambungan Benar
Lambungan dinyatakan benar apabila:
a. Bola dilambungkan sesuai dengan arah permintaan pemain pemukul.
b. Bola melaju dalam ketinggian antara lutut dan kepala pemain pemukul.
c. Bola melaju tanpa ada gerakan putaran yang di sengaja.
12. Nilai
a. Seorang pemukul yang benar pukulannya dapat kembali ke ruang bebas atas
pukulannya sendiri nilai 2. Kejadian tersebut disebut RUN
b. Seorang pemukul yang benar pukulannya dapat kembali ke ruang bebas atas
bantuan pukulan teman nilai 1
c. Partai lapangan mendapat nilai satu apabila dapat menangkap bola pukulan
lawan sebelum kena tanah.
d. Nilai 2 diberikan apabila seorang pemain dan regu pemukul dengan pukulannya
sendiri dan benar dapat langsung kembali ke ruang bebas tanpa dimatikan lawan
atau dinyatakan mati oleh wasit.
13. Pemain Mati
Seorang pemain dari regu pemukul dinyatakan mati apabila anggota tubuh selain
kepala terkena lemparan bola dari regu penjaga selama perjalanan, dan pemain
mati bila sengaja menerima bola dengan kepala atas lemparan penjaga.
14. Bola Mati
Bola mati adalah bola yang sudah tidak bisa dimainkan kembali di dalam
permainan atau lapangan. Adapun beberapa bola yang dianggap mati antara lain:
a. Bola dipegang pelambung dan pelambung berdiri pada tempatnya
b. Apabila Pada pukulan salah atau tidak kena
c. Apabila bola hilang sehingga dicari tidak ketemu
d. Terjadi Pergantian bebas
15. Pergantian Partai atau Pergantian Tempat
a. Pergantian Bebas
1. Regu penjaga berhasil menangkap bola sebanyak 3 kali berturut-turut.
2. Pembebas memukul 3 kali salah
3. Ruang bebas di bakar oleh regu penjaga
4. Seorang pelari pada waktu berlari keluar dari batas lapangan permainan.
5. Pada saat melakukan pukulan kayu pemukul terlepas dari tangan pemukul dan
keluar dari ruang pemukul
6. Anggota regu pemukul keluar dari ruang bebas
7. Regu pemukul merugikan lawan
8. Pemain pelari atau pemukul masuk keruang bebas melewati garis belakang ruang
bebas.
b. Pergantian Tidak Bebas
Pergantian tidak bebas terjadi apabila salah seorang dari anggota regu pemukul
terkena lemparan yang sah selama dalam perjalanan menuju ketiang hinggap atau
keruang bebas, dan regu pemkul tidak dapat mengenai regu penjaga kembali pada
saat bola bebas.
16. Perwasitan
Wasit berada di luar lapangan baik sebelah kanan maupun kiri, ada pun tugas
wasit serta kode tiupan peluit antara lain:
a. Bila permulaan permainan wasit memanggil kedua kapten dari masing-masing tim
untuk melakukan tos atau siapa yang mulai permainan terlebih dahulu baik
sebagai pemukul maupun penjaga.
b. Mengatur jalannya pertandingan
c. Mengecek kesiapan skoring sit
d. Mengecek nama pemain dan nomor dada
e. Wasit meniup peluit 3 x panjang untuk memulai pertandingan
f. Pada saat memanggil pemain pemukul untuk memukul wasit meniup peluit 3x
pendek.S
g. Pada saat pukulan salah wasit melakukan kode tiupan peluit sebanyak 2x
pendek.
h. Bila terjadi pemain terkena lemparan bola sebelum tiang pertolongan atau
tiang bebas dan ruang bebas, wasit meniup peluit 1x panjang tanda pergantian
bebas.
i. Bila bola hilang wasit meniup peluit 3x pendek
j. Setelah permainan selesai permainan atau waktu habis wasit meniup peluit 3x
panjang
17. Skoring Sit
Skoringsit adalah pembantu wasit untuk jalannya suatu pertandingan, tugasnya
adalah:
a. mengecek pemain.
b. menyamakan nomor dada dengan nama yang ada di skoring sit yang diberikan
oleh masing-masing regu.
c. memanggil pemain yang akan melakukan pukulan.
d. bila ada pergantian pemain skoring sit lah yang bertanggung jawab atas
kecocokan yang ada pada skoring sit tersebut.
e. menghitung nilai masing-masing regu.
f. menghitung pukulan salah pemain pemukul
Permainan Kippers
A. Permainan Kippers
Pada dasarnya permaianan kippers sama dengan permainan kasti, baik dari segi
teknik melempar, menangkap, maupun memukul bola. Perbedaannya hanya pada
permaianan kasti ada regu penjaga yang bertugas sebagai pelempar atau pemberi
bola kepada si pemukul. Namun
pada permaianan kippers si pemukul sendiri yang melambungkan bola dan kemudian
memukulnya. Manfaat permaianan kippers sama sebagai berikut
Manfaat permainan kippers adalah:
1 Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang meliputi kesegaran
jasmani, rohani, dan kesehatan.
2 Meningkatkan solidaritas antar individu
3 Meningkatkan ketangkasan dan keterampilan
4 Meningkatkan kretifitas dan rekretif
B. Peraturan Kippers
Adapun beberapa peraturan dalam permainan kippers adalah sebagai berikut :
1. Ukuran lapangan terbesar adalah 60 x 25 m, dengan ukuran ruang pemukul dan
ruang bebas menjadi lebar 65 x 25 m. ukuran lapangan untuk anak-anak adalah 45
x 25 m, dengan ruang pemukul dan ruang bebas adalah 30 x 25.
2. ruang pemukul 5 x 15 m.
3. ruang bebas 5 x 15 m.
4. tiang hinggap / bebas terlaetak di belakang lapangan dengan dua buah tiang.
Jarak antar tiang adalah 10 m. dan berjarak 5 m dari garis belakang. Keduanya
berdiri di dalam lingkaran dengan diameter 1m. tinggi tiang bebas minimal 1,5
meter dan harus dapat dengan mudah dibeadakan dengan tiang-tiang gais-garis
batas.
5. panjang kayu pemukul minimal 50 cm dan maksimal 60 cm. Penampang kayu
berbentuk oval lebarnya tidak melebihi 5 cm, tebal 3,5 cm dan boleh diberi
pembalut agar tidak mudah lepas pada saat dipukulkan.
6. bola yang digunakan adalah bola kasti, dengan kelilingnya 19 cm-21 cm, dan
beratnya 70-80 gram.
7. lama permainan minimal 2 x 20 menit, maksimalnya 2 x 30 menit, tidak
terhitung waktu istirahat yaitu 10 menit.
8. tiap regu terdiri dari 12 orang pemain yang salah satunya harus ada kapten
regu, semua pemain harus mengenakan nomor dada.
9. wasit atau pemimpin pertandingan harus memegang teguh aturan-aturan
permainan. Petunjuk dan keputusan wasit adalah pasti dan harus diurut.
Perlengkapan wasit adalah arloji dan peluit.
Ketentuan peluit adalah : 1) satu kali tiupan panjang (tiiiiiit), apabila
bertukar tidak bebas yaitu pemain kena dilempar lawannya. 2) dua kali tiupan pendek
(tit-tit) apabila pukulan salah dan pukulan luncas / tidak kena. 3) dua kalai
tiupan panjang (tiiiiit-tiiiiit) apabila bertukar bebas, bola hilang, wasit
menghentikan permainan karena suatu hal. 4) tiga kali tiupan panjang
(tiiiiit-tiiiit-tiiit) apabila permainan akan dimulai, yaitu permulaan babak I
dan permulaan babak II setelah istirahat sesudah tukar, dan bila permainan
selesai. 5) tiga kali tiupan pendek (tit-tit-tit) apabila bola telah dipegang
oleh pelambung, dan dilaksanakan segera pemanggilan giliran untuk pemukul.
10. setelah diadakan undian, wasit menentukan regu pemukul dan regu pemain.
11. regu pemukul berkumpul di ruang bebas, setelah dipanggil oleh pencatat
sesuai nomor urut segera ke ruang pemukul untuk memukul.
12. pemain-pemain regu lapangan bersiap pada tempatnya masing-masing yang
diatur oleh kapten regunya. Hal-hal yang harus mereka perhatikan adalah : 1)
tidak boleh berdiri di dalam ruang bebas, 2) tidak boleh ada pemain lain di
dalam ruang pemukul kecuali pemukul.
13. pemukul melambungkan bolanya sendiri dan memukulnya.
14. jumlah pukulan hanya satu pukulan saja, kecuali pembebas berhak tiga kali
memukul bola.
15. para pemain mendapat giliran memukul sesuai dengan nomor urut, nomor
pengganti/cadangan mendapat nomor yang digantinya. Setelah istirahat, regu yang
menjadi pemukul adalah regu lapangan pada permulaan pertandingan.
16. pemukul berada di dalam bujur sangkar / ruang pemukul. Pemukul tidak boleh
berdiri di salah satu garis batas atau atau di luarnya sebelum kayu mengenai
bola. Jika dilanggar maka pukulan salah.
17. bola yang melampaui garis-garis batas ruang pemukul, tidak melewati garis
samping sebelum bendera batsa tengah, denga terlebih dulu mengenai tanah,
pemain atau tiang pertolonganmelewati garis samping sesudah bendera batas
tengah
18. pukulan salah ialah:
a kalau bola jatuh didalm ruang pemukul, diatas garis
b kalau bola terpukul oleh tangan
c kalau bola setelah dipukul jatuh mengenai pemukul sendiri mengenai pelambung
atau pembantunya, sedang mereka ada didalam ruang pemukul
19. pukulan diebut luncas (luput), kalau di dalam usaha memukul bola, kayu
pemukul tidak mengenai bola
20. sehabis memukul, kayu pemukul harus diletakan di dalam bujur sangkar ruang
pemukul, kalau kayu pemukul terjatuh keluar batas atau sebagian saja kayu
pemukul keluar dari garis batas ruang pemukul, maka si pemukul tidak berhak
mendapatkan nilai, kecuali kalau ia sebelum menyentuh tiang pertolongan sempat
dan dapat membetulkan letak kayu pemukul sebagaimana mestinya
21. pada tiap-tiap permmmulaan permainan, sehabis bertukar tempat dan sehabis
istirahat, pemain dari regu pemukul tidak boleh masuk keruang pemukul sebelum
dipanggil oleh penulis, pelanggaran hal ini dihukum dengan beretukar bebas
22. tiap-tiap pemukul sesudah pukulan betul, pukulan salah atau pukulan luncas
disebut ”pelari”
23. sesudah pukulan betul, pemukul harus lari langsung ke salah satu dari tiang
bebas dan dari tiang bebas, kalau menurut perkiraannyan dia tidak akan kena
lempar, ia boleh terus kembali keruang bebas
24. kalau pukulan salah satu luncas, yang boleh lari hanyalah si pemukul
sendiri, tetapi tidak boleh lari lebih jauh dari tiang pertolongan, kecuali
apabila bola oleh regu lapangan dimainkan denagn maksud untuk melempar pelari
itu. Untuk pukulan salah satu atau luncas pelari tidak mendapatkan untuk larinya
25. pelari-pelari pada tiang pertolongan pada tiang bebas, boleh
melanjutkan larinya apabila bola sudah dalam permainan. Pada saat bola terlepas
dari tangan pelambung untuk dipukul, seorang pun tidak boleh lari, kalau belum nyata bahwa hasil pukulan itu betul
26. pemain dari regu pemukul, mendapatkan nilai dual bila pukulanya sendiri
betul dan ia dapat lari dari ruang pemukul menuju kesalah satu tiang bebas, dan
langsung kembali ke ruang bebas dengan selamat, artinya tidak melakukan
pelanggaran atau tidak terganggu karena pertukaran tempat
27. pada saat bola mati pelari tidak boleh lagi mulai lari
28. pemain-pemain dari regu pemukul dilarangt keluar dari batas-batas ruang
bebas dan ruang pemukul
29. Apabila seorang pelari dalam perjalanannya dirintangi dengan sengaja oleh
pemain regu lapangan, maka pelari itu boleh meneruskan perjalanannaya dengan
bebas sampai ketempat perhentian yang berikutnay (tiang bebas, ruang bebas)
30. bola disebut mati : a) apabila bola sudah ada didalam tangan pelambung yang
sudah siap berdiri di dalm petak pelambung, b) apabila pukulan salah, kecuali
kalau bola dipermainkan oleh regu lapangan, c) apabila pukulan luncas, kecuali
kalau bola dipermainkan oleh regu lapangan, d) apabila bola hilang, terhitung
mulai dari saat waktu wasit membunyikan peluit tanda bola hilang (dua kali
tiupan panjang), e) apabila terjadi bertukar bebas
31. bola didalam permainan: a) sehabis pukulan betul, b)kalau sesudah pukulan
luncas, atau pukulan salah, bola lalu dimainkan oleh regu lapangan, c)kalau
sesudah tanda peluit diakhirnya Bola hilang, bola sesudah diketemukan kembali
dan sudah ada di dalam lapangan.
32. Bola hilang kalau tidak bola dapat diambil oleh regu lapangan dengan cara
biasa. Termasuk juga, bila bola terjauh di belakang penonton, sehingga bola
tidak dapat diambil dalam waktu yang sepatutnya. Untuk menentukan hal ini
diserahkan kepada kebijaksanaan wasit. Wasit menyembunyikan peluit tanda bola
hlang pada saat sekiranya bola itu sudah dapat diambilo kembali kalu tidak
terhalang.
33. lemparan dipandang sah jika lemparan langsung mengenai pemain dari regu
pemukul. Bola yang sebelum mengenai pemain tetapi mengenai tanah / tiang lebih
dulu maka tidak sah.
34. jika seorang regu pemukul kena .lemparanmaka mulai dari saat itu juga regu
lapangan berganti menjadi regu pemukul, dan regu pemukul menjadi regu lapangan.
35. selama belum ada tanda peluit, bahwa permainan akan dimulai lagi, semua
pelari yang sementara berlindung pada tiang pertolongan atau pada tiang bebas,
boleh langsung masuk ke dalam ruang bebas.
36. pertukaran tidak bebas juga berlaku jika pemain dari regu pemukul memegang
bola di tempat dimana saja. Ini juga berlaku untuk bola yang dilemparkan oleh
pelambung kepada pemukul. Apabila si pemukul memegang bola waktu akan memukul,
maka hal ini term,asuk pergantian bebas.
37. bila terrjadi ada pemain pelari yang akan kena lempar, terdapat pemain regu
pemukul keluar dari ruang bebas dengan perkiraan akan terjadi bertukar tidak
bebas dengan maksud segera membalas melempar, maka dihukum dengan bertukar
tempat bebas.
38. pada saat pelari yang akan dilempar, pemain regu lapangan tidak
diperkenankan masuk ke dalam ruangan bebas sebelum lemparan terjadi dan hasil
lemparan dinyatakan dengan tanda isyarat peluit oleh wasit, maka hukumannya
adalah lemparan itu dianggap tidak sah.
39. bertukar bebas terjadi: a) pada saat regu lapangan sudah memiliki tiga bola
tangkap berturut-turut dengan tidak selang terjadi pertukaran (dalam satu
babak), b) kalau sudah pukulan terakhir dari pembebas, ruang bebas dapat
dibakar regu lapangan atau pukulan terakhir ini salah, c) kalau pelari pada
waktu masuk ke dalam ruang bebas, lari terlanjur melampaui garis batas belakang
ruang bebas , d) kalau pemain dari regu pemukul ada yang keluar dari ruang
bebas tidak untuk memukul, e) kalau pemain dari regu pemukul (pelari) keluar
dari bataslapangan pemain, f) apabila kayu pemukuul pada waktu dipukulkan
terlepas dari tangan pemukul.
40. tiap bola yang terpukul yang dapat ditangkap pemain lapangan, sebelum
mengenai tanah, dinyatakan sebagai bola tangkap dan dihitung pula satu nilai.
41. pemain dari regu pemukul yang tiba gilit\rannya untuk memukul bola, sedang
semua pemain dari regunya masih berdiri pada tiang pertolongan atau pada tiang
bebas, pemain tersebut dinamakan pembebas.
42. sesudah pukulan yang terakhir dari pembebas, setiap pemain regu lapangan
berhak membakar yang disebut membakar ialah berdiri dengan dua kaki di dalam
ruang bebas dengan membanting bola.
43. memperlambat permainan dengan sengaja dilarang, dan wasit wajib
memperingatkan regu yang bersangkutan. Kalau hal ini diulangi lagi wasit berhak
menjatuhkan hukuman sebagai berikut : a) bila regu pemukul yang melakukannya,
hukumannya adalah pertukaran bebas, b) kalau regu lapangan yang m,elakukannya,
maka pemain-pemain regu pemukul (pelari) yang berada pada tiang bebas boleh
langsung dengan bebas kembali masuk ke dalam ruang bebas. Kalu tidak ada pemain
pemukul yang berada pada tiang pertolongan ataupun pada tiang bebas, regu pemukul
mendaptkan nilai tambahan.